Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah ini. Berikut ini adalah sebuah kisah yang saya dapatkan saat mengikuti kultum di masjid raya bogor kemarin malam. Sebuah kisah sederhana penuh makna, walaupun saya sendiri tidak tau apakah kisah ini fakta ataukah karangan saja. Tapi semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah berikut.
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Monday, 30 July 2012
Ibu menangis histeris!!!
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah ini. Berikut ini adalah sebuah kisah yang saya dapatkan saat mengikuti kultum di masjid raya bogor kemarin malam. Sebuah kisah sederhana penuh makna, walaupun saya sendiri tidak tau apakah kisah ini fakta ataukah karangan saja. Tapi semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah berikut.
Sunday, 4 September 2011
Berkhayal... [1]
Sedang ingin berkhayal niy... tapi bentar dan dikit ajah... klo kebanyakan dan kelamaan jadi dosa ntar :p
berkhayal bersandar dibawah pohon jambu,,,
sambil memandang langit yang biru...
lepas semua penat dikepala..
sambil ngemil jambu air merah yang manis dan segar terasa disiang hari...
berkhayal bersandar dibawah pohon jambu,,,
sambil memandang langit yang biru...
lepas semua penat dikepala..
sambil ngemil jambu air merah yang manis dan segar terasa disiang hari...
Monday, 25 October 2010
Kisah tentang wanita buta, tuli dan bisu... - part 2
Sebelumnya adalah perkenal mengenai bukunya yaitu The Story of My Life, sekarang mengenai bagaimana ia belajar berbicara padahal dia buta, dia tuli dan dia ingin berbicara... maka dengan metode yang sekarang dikenal dengan nama tadoma ia mulai untuk berbicara. Bersyukurlah kita yang normal karena dengan melihat dan mendengar maka akan mudahnya kita untuk berbicara. Berikut adalah petikan dari buku The Story of My Life hal. 111
Masih banyak yg ingin aku bagi setelah membaca beberapa bab dari buku tersebut, namun akan aku tulis dikemudian hari jika panjang umur...
Pada tahun 1890 Nyonya Lamson-salah seorang guru Laura Bridgman yang baru saja kembali dari suatu kunjungan ke Norwegia dan Swedia- datang mengunjungiku dan bercerita tentang Ragnhild Kata, gadis buta dan tuli di Norwegia yang berhasil diajari berbicara. Nyonya Lamson belum selesai bercerita tentang keberhasilan gadis itu. Tetapi semangatku sudah berkobar. Aku memutuskan untuk belajar bicara. Aku terus merajuk hingga guruku membawaku ke Nona Sarah Fuller, kepala sekolah di Horace Mann School untuk meminta saran dan bantuannya. Betapa bahagianya aku, perempuan berhati mulia itu menawarkan diri untuk mengajariku, dan kami memulainya pada tanggal 26 Maret 1890.
Berikut metode yang dipakai Nona Fuller: ia merabakan tanganku ke mukanya, dan membiarkanku merasakan posisi lidah dan bibirnya saat ia mengeluarkan suara. Aku bersemangat menirukan setiap gerakannya. Dalam satu jam saja aku sudah bisa mempelajari enam elemen bicara: M, P, A, S, T, I. Seluruhnya, Nona Fuller memberiku sebelas pelajaran. Aku tak akan lupa dengan keterkejutan dan kebahagiaan yang kurasakan saat aku mengucapkan satu kalimat lengkap untuk pertama kalinya: It is warm (Ini hangat). Memang, aku mengucapkannya dengan terbata-bata. Tapi itu bahasa manusia. Sadar akan kekuatan baru, jiwaku seolah bangkit lagi dan menggapai semua pengetahuan dan keyakinan melalui lambang bahasa terbata-bata ini.
Masih banyak yg ingin aku bagi setelah membaca beberapa bab dari buku tersebut, namun akan aku tulis dikemudian hari jika panjang umur...
See this Amp at http://bit.ly/94QdES
Thursday, 29 July 2010
Lanjutan cerita sebelumnya, klo belum membaca silahkan kesini.
"Sepertinya elu ada perasaan ya? sama si itu" Canda Toni
"si itu? siapa maksud mu?" jawab Roron
"itu si Ririn, yang rumahnya deket rumahmu di rt 10", "oh yang itu, memang sih, tapi gimana yah gua malu ma dia"
"menurut gua sih, elu kan udah PDKT! jadi langsung aja tembak,"I Love You""
"kayaknya sih gampang, tapi gimana gitu"
Lalu perbincangan mereka berhenti saat Ririn datang menghampiri Roron. Ririn dengan lembut menyapa Roron lalu Roron pun membalas, dalam hati Roron berkata bahwa inilah saat yang tepat, namun mulutnya tak mampu ia gerakkan.
Saat waktu istirahat tiba Roron melihat Ririn duduk sendirian di kantin, lalu terjadilah hal-hal yang seperti kilat dan gemuruhnya.
"si itu? siapa maksud mu?" jawab Roron
"itu si Ririn, yang rumahnya deket rumahmu di rt 10", "oh yang itu, memang sih, tapi gimana yah gua malu ma dia"
"menurut gua sih, elu kan udah PDKT! jadi langsung aja tembak,"I Love You""
"kayaknya sih gampang, tapi gimana gitu"
Lalu perbincangan mereka berhenti saat Ririn datang menghampiri Roron. Ririn dengan lembut menyapa Roron lalu Roron pun membalas, dalam hati Roron berkata bahwa inilah saat yang tepat, namun mulutnya tak mampu ia gerakkan.
Saat waktu istirahat tiba Roron melihat Ririn duduk sendirian di kantin, lalu terjadilah hal-hal yang seperti kilat dan gemuruhnya.
Saturday, 10 July 2010
3 Sahabat - eps 01
Bagaimana ya memulai ini... sebenarnya ini adalah cerpen sewaktu masa-masa SMA dulu... karena dirumah sedang ada pembersihan, maka buku-buku zaman SMA yang udah ga penting.. terpaksa harus get-out dari lemari buku... diganti ma buku-buku
yang lebih berkualitas. Aahahahaha kemudian tanpa sengaja pas ngelempar buku kusam ga beraturan ada yang terbuka lembarannya..*mulai lebay* seakan-akan buku itu berkata..selamatkan aku noor...tolong aku... jangan kau sia-sia kan aku seperti ini... hiks..hiks.. mata ku pun berlinang... ku ambil buku itu... tepat pada lembaran yang terbuka, aku baca isinya...ternyata cerpen sewaktu aku kelas satu di SMA dulu. Masih sangat jelas ingatanku bagaimana aku mengarang cerpen itu.. sore hari... ditemani teh hangat dan hujan deras di meja belajar didepan jendela kamar...
Hal ini membuat aku merasa ingin mengabadikan isi cerpen tersebut kedalam blog... maka kutunda buku ini untuk ku buang... disela-sela waktu luang.. aku tulis ulang cerpen lama ini. Saat ku mulai mengetik, baru sadar kosakata yang aku gunakan dahulu ternyata emang jadul n ga beraturan banget *persis ma muka aku* sehingga sadar klo pantesan cuma dapet nilai 8.. peringkat ke 6 sekelas...xixixixi Ok, dari pada banyak basa-basi.. berikut cerpen buatanku itu.. oia, terpaksa aku buat dalam beberapa chapter.. karena keterbatasan waktu mengetik sih... selamat menikmati... cerpen jadul ku dulu...kasih nilai juga boleh...
cerita bermula...
Muncul dari balik pintu angkot, seseorang lelaki polos berkulit sawo matang, rambut disisir kekanan sampai alis dengan jam tangan seiko palsu ditangan kirinya.
Perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah. Hari ini adalah untuk pertama kalinya ia belajat di SMU setelah selama satu minggu ia mengikuti MOS di sekolahnya. Lalu tiba-tiba,
“Hai Ron, tampang loe kusut amat!”
“Ah, masak sih? Perasaan biasa aja”
Bertemulah Roron dengan Toni, teman semasa MOS-nya. Dan akhirnya mereka pun bertemu dengan teman-teman lainnya sewaktu MOS. Dengan canda-canda ringan mereka memasuki kelas 1-7, kelas baru mereka. Teng-tong… teng-tong… teng-tong… jam pelajaran pertama dimulai, dan tugas pertama Roron sebagai Ketua Murid (KM) pun dimulai. Ia harus memanggil guru pelajara pertama.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berlalu sesuai dengan apa yang diharapkan murid, tak terasa bel tanda pulang berbunyi. Roron dan Toni berjalan bersama keluar dari kelas. Terlihat samar-samar sepertinya mereka akan menjadi sahabat sejati, kayak dilagu Sheila on 7….
Muncul dari balik pintu angkot, seseorang lelaki polos berkulit sawo matang, rambut disisir kekanan sampai alis dengan jam tangan seiko palsu ditangan kirinya.
Perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah. Hari ini adalah untuk pertama kalinya ia belajat di SMU setelah selama satu minggu ia mengikuti MOS di sekolahnya. Lalu tiba-tiba,
“Hai Ron, tampang loe kusut amat!”
“Ah, masak sih? Perasaan biasa aja”
Bertemulah Roron dengan Toni, teman semasa MOS-nya. Dan akhirnya mereka pun bertemu dengan teman-teman lainnya sewaktu MOS. Dengan canda-canda ringan mereka memasuki kelas 1-7, kelas baru mereka. Teng-tong… teng-tong… teng-tong… jam pelajaran pertama dimulai, dan tugas pertama Roron sebagai Ketua Murid (KM) pun dimulai. Ia harus memanggil guru pelajara pertama.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berlalu sesuai dengan apa yang diharapkan murid, tak terasa bel tanda pulang berbunyi. Roron dan Toni berjalan bersama keluar dari kelas. Terlihat samar-samar sepertinya mereka akan menjadi sahabat sejati, kayak dilagu Sheila on 7….
Subscribe to:
Posts (Atom)