Friday, 18 July 2008

Kok bisa masuk neraka!


Baru semangat ngerjain skripsi eh tiba-tiba listrik mati. Beugh dasar PLN, gag ngasih info dulu lagi! Tapi ya gitu deh, gara-gara itu aku jadi membaca buletin jumat yg aku dapet dari jumatan siang tadi. Isinya mengenai amal kebaikan yang akan dilipat gandakan oleh Allah. Tapi jujur, aku sangat tertarik dengan hadist dibawah ini:

Diriwayatkan dari ibnu Abbas ra. Katanya: Rasulullah SAW, telah meriwayatkan bahwa Allah SWT, telah berfirman: "Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan. "Kemudian Nabi menerangkan hal itu: "Siapa berniat ingin melakukan kebaikan, tetapi tidak lagi melakukannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai kebaikan yang sempurna di sisiNya. Jika seorang itu berniat ingin melakukan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan hingga sampai tujuh ratus kali lipat dan selanjutnya hingga digandakan sebanyak-banyaknya. Jika seseorang berniat ingin melakukan kejahatan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisiNya. Jika seseorang berniat untuk melakukan kejahatan lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kejahatan saja." (Muttafaq'alaih)


Dengan hadist itu, aku jadi penasaran kok bisa ada manusia yg masuk ke neraka! Kalau Allah itu begitu maha pemurah kepada kita.
Tapi tentu saja kita harus ikhlas dalam beramal, sebab sebanyak apapun kita beramal jika tidak dengan landasan ikhlas karena Allah maka akan sia-sia semua amal kebaikan itu.

Allah memberikan perumpamaan manusia yang demikian seperti batu yang licin yang di atasnya terdapat debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi dan mereka tidak memperoleh satu apapun dari apa yang dikerjakannya (QS. 2:264).


Tapi itu bukan berarti kita malah malas beramal kebaikan! Karena merasa tidak bisa ikhlas dalam beramal, justru kita harus semakin giat dalam beramal kebaikan sebab sebuah hadist Nabi SAW menuturkan:"Annas ra. Berkata bahwa Nabi SAW meriwayatkan dari Tuhannya Azza wa Jalla, "jika seorang hamba mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu desa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari." (HR. Bukhari).


Gimana...! Pendapat anda semua. Oia, Satu hal yang perlu diingat adalah "seseorang masuk surga bukan karena banyaknya amalnya, tetapi karena rahmat Allah Ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar)" (HR. Muslim). Hm... Untuk saat ini Semoga listriknya cepat nyala lagi.

Post a Comment