Thursday, 27 June 2013

Urus aja diri lo sendiri, ngapain ngurus urusan gw...



Pas sahur tadi pagi sempat menonton TV, dan Alhamdulillah setelah berputar-putar mencari channel yang bener acaranya… akhirnya keputusan diambil untuk menonton TVRI Nasional. Sebenernya banyak acara lainnya dengan tema pengajian yg tidak jauh berbeda… Cuma di TV swasta nasional lainnya kebanyakan yg ngisi adalah yg mengaku ustad-ustad gaul… kebetulan ane ga gaul jadinya ya ga ditonton.
Satu pelajaran penting hari ini dari acara yg dipandu ustad arifin ilham di TVRI adalah mengenai menunaikan dakwah. Pengisi acara tersebut adalah ustad Tengku Zulkarnaen, beliau memberikan materi mengenai kewajiban akan menunaikan dakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar. Sebuah analogi sederhana dibuatnya yg membuat saya sadar bahwa alasan saya selama ini adalah salah dan hanya pembenaran diri semata!

Alasan saya selama ini adalah alasan umum yg banyak digunakan oleh banyak orang. Bahwa sebelum kita mendakwahi orang lain, sebelum kita melakukan amar ma’ruf nahi munkar, sebelum mengajak orang memperbaiki dirinya, maka mendingan kita memperbaiki diri kita terlebih dahulu! Sebelum ngurus pribadi orang lain maka urus dulu tuh pribadi kita sendiri… hehehehe alasan mantep yang ternyata terjawab oleh ustad tengku zulkarnen pagi tadi.
Analogi sederhana ustad tengku zulkarnaen adalah proses yang selama ini selalu kita lakukan, yaitu proses dimana kita akan melakukan sholat. Ternyata hikmah dari proses tersebut telah mematahkan alasan yang selama ini saya pegang, juga kebanyakan orang gunakan. Selama ini kebanyakan kita beralasan sebelum mendakwahi orang, perbaiki dulu tuh kita sendiri… masih ga bener aja, ilmu masih cetek aja, amalan masih secuil aja mau dakwahi orang…. Dan akhirnya kita sibuk ngurus diri sendiri.
Bangun sih pagi jamaah subuh di masjid, tapi ibu, bapak, adik, kakak masih pada tidur ga dibangunin buat ikut jamaah ke masjid.
Bangun sih pagi buat sahur, tapi ga ngajak saudaranya dan membangunkan saudaranya untuk ikut sahur bareng dan akhirnya yg lain pada ga sahur karena kesiangan J
Dan masih banyak kelakuan lainnya dari yg paling kecil misal mencuci piring atau menyapu halaman rumah/masjid sampai yg besar misalkan mengingatkan atasan untuk tidak korupsi.. dan semuanya diam saja karena merasa diri ini belum pantas mengingatkan mereka. Entah alasan ilmu masih cetek, umur jauh lebih muda, atasan galak ataupun alasan absurd karena belum naik haji hahaha
Dan pagi tadi ustad tengku zulkarnaen menjawab dengan analogi sederhana berikut:
“Seorang muadzin datang kesebuah masjid, dimana waktu saa itu adalah pukul 12 siang. Muadzin tersebut sudah sadar bahwa waktu dzuhur sudah datang dan diapun segera melakukan sholat qobliyatul dzuhur kemudian dilanjutkan dengan sholat dzhuhur dan ditutup dengan sholat bada dzuhur. Setelah itu barulah muadzin melakukan adzan dzuhur.
Dan setelah itu orang-orangpun berdatangan untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah… dan apa yg dilakukan sang muadzin? Dia pulang kerumahnya… karena dia telah melaksanakan sholat dzuhur sebelumnya.”
“Orang-orang yg dimasjid bertanya, kenapa ga ikut berjamaah? Dan muadzin menjawab: karena sebelum mengajak orang kepada kebaikan, sebelum mengajak orang kejalan dakwah, sebelum mengajak orang memperbaiki diri saya harus memperbaiki diri ini terlebih dahulu. Maka sebelum mengajak semua orang sholat, saya sudah sholat tadi… dan karena sudah sholat ya sekarang saya pulang”
Analogi sederhana itulah yang membuat alasan saya patah pagi ini. Alasan yg seolah-olah bijaksana karena memperbaiki diri terlebih daulu baru setelah itu memperbaiki orang lain. Yang seharusnya menurut ustad tengku zulkarnaen tidak begitu.
Hal yg seharusnya dan diajarkan oleh islam dalam proses menuju sholat, tidaklah seperti cerita diatas. Yang selalu kita lakukan dan rukun yg harusnya dijalankan adalah saat mengetahui waktu adzan datang maka sang muadzin segera melakukan adzan (disini proses mengajak orang kepada kebaikan/berdakwah) dan setelah orang-orang datang, maka ikut bersama melakukan sholat berjamaah (disini proses memperbaiki/berdakwah diri sendiri dan bersamaan juga memperbaiki orang lain) dan saat memulai sholat maka kita awali dengan takbir dan dilanjutkan doa iftitah (disini kita meng-esa-kan Allah dan meluruskan niat kita bahwa semua yg kita lakukan karena Allah semata tidak untuk yg lainnya.) dan begitu seterusnya hingga salam tanda sholat selesai.
Jadi, kesimpulan yang saya bisa saya ambil dari cerita ustad tengku zulkarnaen adalah mengajak orang kepada kebaikan harus dilakukan setiap orang, walaupun mungkin ia belum baik. Bersamaan dengan mengajak orang untuk menuju kebaikan, maka kita yg mengajak juga harus ikut memerbaiki diri dengan meluruskan niat karena Allah semata… bahwa saat kita mengajak orang-orang tersebut Allah yang menentukan hidayah itu datang padanya atau tidak. Itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi, tapi mengajak kepada kebaikan/hidayah adalah tanggung jawab setiap umat islam… kita semua.
Dan sebagai tambahan ini ada beberapa hal absurd yg dulu ga bisa terjawab, Alhamdulillah sekarang sudah terjawab:
  • Masih ingat, dulu dan sekarang juga banyak artis yang berpakaian porno. Berkata urus tuh koruptor yg mengeruk uang rakyat, jangan ngurus orang lain ga penting banget ngurus orang make baju apa!
  • Banyak juga orang yg selingkuh atau melakukan hubungan intim diluar nikah berkata, urus aja diri lo sendiri belum bener dah ikut campur urusan pribadi orang lain!
Dan banyak lagi pernyataan2 serupa itu, jadi semoga kita dapat tetap berdakwah kepada mereka dan istiqomah setelah mengetahui ilmu baru dari ustad tengku zulkarnaen… Aamiin.
Post a Comment