Thursday, 31 October 2013

Saat Gaji Master = SMA

Tahun ini mungkin menjadi tahun ujian bagi para pengusaha pemilik perusahaan di Indonesia, dan ini bikin ga heran banyak perusahaan luar negeri yg kabur ke negeri tetangga pabriknya. Semua ini dipicu karena terlalu banyaknya pekerja indonesia yg berdemo daripada menjalankan tugasnya untuk bekerja!

Gimana investor atau pengusaha pada mau buka pabrik di indonesia, kalo setahun aja pekerjanya lebih sering demo dan ga bekerja daripada memberikan inovasi dan produk baru! Dan hari ini merupakan demo pekerja untuk yg kesekian kalinya... sampe males ngitungnya karena seringnya mereka berdemo. Dan tuntutan kali ini bener2 diluar nalar orang yg menurut saya normal, ya kalo saya masih dianggap normal sih ya.

Para pekerja ini, berdemo menuntut kenaikan gajinya/upahnya. Sebagai patokan untuk wilayah jakarta/bolehlah jabodetabek mereka menuntuk gaji 3.7juta! sebagai upah minimum! dalem hati WTH they are talking about! 


Begini ya, di indonesia ini standar gaji dan kebutuhan pokoknya biasanya disesuaikan dan mengikuti gaji PNS -keliatannya sih-. Nah, dikantor ane aja seorang dengan pendidikan master gajinya ga sampe 3.7juta sebulan! ane aja sarjana saat pertama kali masuk gaji cuma 1.8jt, alhamdulillah sekarang udah 2.4jt itupun setelah ane mengajukan berbagai sertifikat keahlian untuk dapat mendapat tunjangan tambahan yang kalo tanpa tunjangan itu gaji bulanan ane cuma 2..020.000 gan.
Lha ini, yg modal kerja -maaf ga bermaksud merendahkan- ijasah rata-rata SMA, bahkan ada yg SD/SMP menuntut gaji bulanan 3.7jt yang bahkan lebih besar dari gaji PNS yg bergelar master lulusan S2! Gimana ane ga geleng2 ngeliat pekerja itu pada demo dijalan!

Saya menulis ini bukan tidak setuju dengan kenaikan standar hidup/gaji para pekerja/buruh/karyawan/supir, tapi saya bermaksud cobalah untuk dapat menaikkan stadr hidup/gaji dengan cara yg logis dan memikirkan bagaimana perusahaan/pabrik harus berjalan.

Begini ya, perusahaan/pabrik itu merekrut pekerja dengan pendidikan SMA kebawah itu karena memang sudah memikirkan bahwa mereka hanya tinggal mengerjakan rutinitas pekerjaan tanpa harus memikirkan bagaimana, kenapa, mengapa harus seperti itu. Pekerjaan harian mereka ya itu itu saja berulang secara rutin. Sedangkan pabrik merekrut seorang sarjana keatas itu karena mereka dituntut untuk tidak hanya mengerjakan pekerjaan rutin, mereka harus bisa berpikir bagaimana, mengapa, kenapa dan berbagai pertanyaaan lainnya sebagai tantangan pasar kedepannya.
Oleh sebab itu makanya gajinya pun dibuat berbeda! kalo gajinya dibuat sama ya mendingan pabrik itu mereksut Sarjana aja sekalian semuanya, ngapain juga merekrut SMA kebawah kalau gaji sama padahal kemampuan jauh antara sarjana dan SMA!

Kemudian, banyak pekerja juga beralasan bahwa ini kebutuhan minimal untuk hidup, dengan gaji yang sekarang pekerja itu udah hidup mepet! susah untuk berkembang. halah preett lah alasan itu!
Alasan itu bener-bener ga logis dan ga bisa ane terima! pret preketet.
Kalau sudah tau gaji kecil ya membatasi diri dong, tau sendiri apa yg dibutuhkan hidup jangan menuruti keinginan. Ga akan ada habisnya itu keinginan manusia.
1. Kalo dah tau gaji kecil, jangan ngarep beli galaxy note 3. Beli aja phablet merk lokal yg sejutaan.
2. Kalo dah tau gaji kecil, jangan nelpon mulu tiap hari ngabisin banyak pulsa. Pake SMS dan sekali-kali aja telpon. Jangan alay dengan cuma tanya udah makan belum, segala pake telpon setengah jam!
3. Kalo dah tau gaji kecil, jangan merokok dong! Beli susu buat anak dihemat-hemat tapi ngerokok bisa dua bungkus sehari! pret lah.
4. Kalo dah tau gaji kecil, jangan ambil cicilan CBR/NINJA/Vixion! ambil motor cina ato motor matic yg dibawah 12 juta.
5. Kalo dah tau gaji kecil, jangan berharap masukin anak sekolah yg spp bulanannya 1juta. cari yg biasa saja, banyak kok yg murah bahkan gratis seperti punya ustad yusuf mansyur.
6. Kalo dah tau gaji kecil, mbok ya menambah pekerjaan diluar kerja pokok. Jangan berharap nambah gaji dengan kerjaan yg itu2 aja tanpa keahlian tambahan dong.
7. Intinya, sesuaikan gaji dengan kebutuhan! jangan sesuaikan gaji mengikuti keinginan dan gengsi sinetron!

Jadi, cobalah kalian para pekerja jika ingin menaikkan gaji dengan cara yang logis, benar dan santun. Saya mencoba menaikkan gaji dengan mengikuti berbagai pendidikan tambahan sehingga pendidikan yg dibuktikan dengan sertifikat bisa menjadi pertimbangan tambahan atasan untuk menaikkan gaji.
Kalau kalian para pekerja masuk ke pabrik dengan pendidikan SMA, coba sambil bekerja kuliah D3. Dan setelah lulus pasti akan diperhatikan dan dinaikkan gajinya kok.
Atau kalau kuliah itu berat, coba dengan kursus tambahan. Ingat tidak hanya dengan gaji dari pabrik kita dapat menaikkan taraf hidup. Coba dengan berwirausaha, dengan begitu kalian juga akan merasakan bagaimana jika para bawahan atau mitra berwirausaha mogok/demo bekerja.

Sekali lagi, saya tidak melarang pekerja/buruh untuk menaikkan taraf hidupnya dengan menaikkan gaji. Namun, lakukanlah dengan logis, benar dan santun. Dengan cara menaikkan kemampuan diri, pendidikan, keahlian tambahan dan mengatur bagaimana menggunakan gaji yg sudah diterima.
Sebagai penutup, mohon maaf bagi para pekerja yg berdemo. Semoga tulisan saya bisa membuka wawasan kita semua. 
Post a Comment