Thursday, 19 August 2010

Rokok=Haji

Hehehe jangan berpikir negatif dulu ya tentang judul diatas... pada dasarnya judul tersebut saya gunakan untuk menyindir orang-orang yang masih merokok, padahal dia sudah hafal dengan peringatan yang tertulis disampul rokok yang dia hisap. Atau mungkin malah dia memiliki saudara atau teman yang terkena penyakit yang diakibatkan oleh karena merokok aktif.



Saya suka menggunakan rokok=haji, sebuah kontradiktif yang jelas... namun menggunakan tanda '=' hehehe yang bermakna sebenarnya adalah 'sama'. Karena saya berpikir mengapa mereka rela membakar uang mereka untuk membeli sebungkus rokok, padahal tidak ada efek positif yang bisa diambil dari merokok.
Mengapa saya gunakan haji sebagai sindiran, karena uang yg mereka bakar sia-sia untuk membeli rokok itu bisa digunakan untuk naik HAJI!!!!!!!!! percaya atau tidak ini beneran lho. saya sudah berusaha menghitungnya.. berdasarkan biaya haji tahun 2009 adalah 35 juta, maka dengan umur saya yang sekarang atau rata2 orang indonesia sudah membakar uangnya sejak SMP, ambilah sekitar umur 15thn. maka, tak coba pukul rata kalo harga rokok adalah 10.000 aja (yg lebih mahal ga usahlah ya...) sehingga didapat perhitungan bego kek gini:
1 hari = 10.000
1 bulan (30hari) = 300.000
1 tahun (12bulan)= 3.600.000
jika dia merokok dari umur 15thn sampai 35thn maka ada 20 tahun masa merokok, sehingga didapat:
1 thn x 20 masa merokok x 3.600.000 = 72.000.000!!!!

berarti dia sudah menyimpan uang sebanyak 72juta itu, bisa untuk dia naik haji bersama istrinya! ada pertanyaan... padahal tiap tahun kan biaya naik haji naik bro! percayalah harga rokok juga naik seiring dengan bertambahnya tahun.

jadi silahkan pikir,
mau terus membakar uang dan berakhir dengan serangan jantung di bawa ke dharmais dinyatakan kena kanker kemudian sakit ga bisa kerja.. dan hanya dirumah menyesali "mengapa aku merokok dulu..."
ATAU
menyimpan uang 10.000 tersebut, dan pada masa pensiun membuka tabungan sudah siap untuk biaya naik haji bersama istri? dan dalam hati
"Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu."

Post a Comment