Tuesday, 30 November 2010

Bingung - part 4

Kok malah jadi serial bersambung ya... dah menyaingi iklan salah satu produk kecantikan di tipi2. Seperti diketahui pada episode sebelumnya disini, sini dan disini. Dan sekarang ada episode baru niy.. yang ga kalah seru dibanding dengan seri yang disini walaupun masih kalah seru dengan yang punya sini... hanya bedanya dengan punya pak budi, adalah kisah nyata dan roman picisan...halah lebay lagi dah..
Saat ini dimana diriku terjebak dengan hubungan yang tak pasti, berharap sekali hubungan yg tidak pasti dan tidak jelas karena kabut2 sahabat bisa sedikit menghilang. Ingin melangkah kearah yg jelas dan pasti, untuk menenangkan perasaan hati ini dalam menjalani hidup kedepan yang masih panjang.
Banyak masukan dari sahabat, yang care dan perhatian dengan hubunganku yang masih ga jelas ini. Pernah ada kawan, yang mengusulkan untuk berbicara yang ringan tentang masa depan, Bukan mengenai pernikahan, namun yang lebih ringan seperti hobi yang aku senangi yaitu nonton bioskop bareng, ataupun liburan santai ketempat yang sejuk... pertanda baik katanya jika dia setuju untuk melakukannya dan merasa rileks dengan perbincangan yang ada.
Masukan lainnya seperti memperkenalkan dia kepada keluarga, dan juga memperkenalkan diriku dengan keluarganya. Itu merupakan tanda keseriusan hubungan yang akan dibangun kedepannya. kata temenku itu, jika dia ga mau diperkenalkan dengan keluargaku atau sebaliknya kita blm boleh berkenalan dengan keluarganya, maka ketahuilah bahwa hubungan yang ada tidak akan berjalan kearah yg lebih serius. hikss..hiks... sangat disayangkan selama ini dia belum mau melakukannya.. jangan..jangan... 
Langkah kedua diatas belum bisa aku lakukan, maka kata beberapa sahabat saya harus melakukan Komunikasi intens. Berkomunikasi bukan hanya saat aku butuh dia, namun saat waktu luang dan dimana ia sedang santai maupun butuh perhatian lebih... berkomunikasi yang sulit bagi saya adalah, bagaimana berkomunikasi tanpa harus merebut privasinya. tanpa merenggut kebebasannya, tanpa mengganggu kehidupan keluarganya, tanpa mengganggu pulsanya juga..hah.ah.a.ha... terkadang juga takut kalo ternyata frekuensi yang aku lakukan terlalu berlebihan yang membuat diriku bersikap posesif dan menghambat kebebasannya dalam bergaul. hm... bingung aku dibuatnya...
Dan yang usulan paling lebay tentu saat diberikan oleh seorang sahabat wanita, hahaha jgn ampe mules mbacanya.. katanya aku harus mengEkspresikan cinta ku padanya...hahaha... lo kate gw pujangga, ato sastrawan, dan bukan pula aku ahmad dhani atau yovie yang pandai membuat lagu dan kata2 puitis cinta seperti kahlil gibran....
Tapi memang harus kuakui, sebuah hubungan tanpa suatu ekspresi cinta akan hambar rasanya. Tapi yang jadi masalah ekspresi seperti apa yang tepat aku ungkapkan? hm... ga mau dong kek anak2 sma yg alay2 itu... sebuah ekspresi yg kebablasan yg ga sesuai dengan hati nurani ku.. ga banget....
bagaimana aku harus mengungkapkannya...

*sebuah penutup dibulan nopember*
Post a Comment