Monday, 2 December 2013

Saat televisi memundurkan akhlak kita

Hampir seminggu kemarin menemani adik belajar, tapi ya itu sambil menonton televisi. Dan benar2 ya acara televisi di indonesia yg religius ini, parah banget isinya.
Banyak isinya yg betul2 tidak berakhlak, bahkan dengan simbol religius namun berisi busuk. Satu hal yg sangat mengecewakan, dimana televisi adalah salah satu media yg seharusnya bisa dikontrol dengan mudah dibandingkan media internet.

Acara-acara televisi pada jam-jam primetime didominasi dengan berbagai acara ga jelas, ga mutu, ga berpendidikan, membuang-buang waktu dan berbagai hal negatif lainnya.
Dan yang lebih buruknya, penonton tidak diberikan opsi untuk menonton menu acara yg lain. Hampir semua saluran televisi menyajikan acara yg sama-sama tidak bermutu.

Ada sebuah saluran televisi yg isinya cuma joged ga jelas, dengan penonton2 bayarannya bahkan ada dibeberapa sesinya bermuatan mesum. Dan itu disiarkan pada waktu berkumpulnya keluarga! Sigh
Kemudian ada stasiun televisi yg dari mata melek sampe merem terus melek lagi isinya cuma sinetron dan sinetron! Dimana isinya hedonisme, pacaran, orang marah2 saling menghina, nongkrong dijalan,...
Dan yg paling parah adalah perusakan dan pencitraan negatif agama islam!

Apa itu pencitraan negatifnya, dalam setiap sinetron yg dibungkus judul islam digambarkan oleh sutradaranya tidak berakhlak, kasar, suka marah2, menghasut, pendendam dan berbagai akhlak buruk lainnya.
Coba saja perhatikan, yg dipanggil haji mesti sifatnya marah2, takabur saat sedekah, sombong dan gambaran busuk lainnya. Sebaliknya, perhatikan saat ada cewe seksi yg rok nya aja diatas dengkul.. tapi digambarkan lemah lembut mengucap salam dengan santun, sangat menghormati orang tua... Dan begitu banyak sifat baik lainnya.
Seolah-olah ingin disampaikan bahwa orang islam itu jelek dengan segala sifat negatifnya, dan sebaliknya gpp berpakaian terbuka ato telanjang sekalipun tapikan berakhlak mulia.

Gimana, hebatkan para pemilik stasiun televisi kita dalam merusak pola pikir dan akhlak anak mudanya. Dan tahukah, bahwa rata-rata yg kerja itu ber-ktp islam lho! Super sekali kan.

Saran saya berhentilah menonton televisi, kalaupun terpaksa menonton maka dampingi putra putri, adik kakak saudara anda dari tontonan yg merusak. Kita dapat mengajari mereka semua itu matematika dalam sebulan, tapi mengajari akhlak yg rusak itu bisa puluhan tahun dan itu belum tentu berhasil bukan!

Sent from my HTC


Post a Comment