Saturday, 28 July 2012

Ketika sudah menjadi hal biasa...


Sebelumnya pernah saya tweet hal ini beberapa waktu yang lalu. Bagaimana kebanyakan kita sekarang membuka aib sendiri, dimana Allah telah menutupnya untuk kita!
Lho kok bisa?! ya bisa, Allah dengan sangat rapi dan indahnya menutupi semua keburukan dan aib yang pernah kita lakukan dan juga yg akan kita lakukan. Namun kita sendirilah yang membukanya! Kapan itu? saat dengan entengnya kita menulisnya di Facebook, Twitter, Blogger, wordpress, Blackberry messenger ataupun media social lainnya.

Sering saya mengalami dilema saat membaca status dan komen2 di facebook, bagaimana pasangan suami istri bertengkar karena sebuah status diantara mereka melalui komentar dibawahnya! memangnya ga bisa ketemu, smsan atau nelpon gitu? Dilema karena saya ingin meremove mereka dari friendlist, namun ga tega juga klo silaturahmi putus.
Banyak juga tweet2 yang saling memaki dan menghina satu sama lainnya, padahal mereka sebelumnya teman baik. Tidakkah sebelum terjadinya salah faham, mereka bisa japri satu sama lainnya... dan tidak harus diumbar ditweet! dimana banyak orang membaca semua tweet itu.
Dua kejadian diatas merupakan salah satu dilema saat membuka-buka social media di internet. Dan hal itu juga yg akhirnya saya pernah mendelete akun facebook saya untuk hampir setengah tahun, daripada saya harus meremove teman2 saya... dan sekarang saya lebih selektif dalam menambah teman atau follower.
Bukan apa2, hanya saja takut saya juga termasuk orang yang menyebarluaskan aib teman2 saya walaupun saya lakukan tanpa sepengetahuan saya.
Melalui tulisan ini sebenernya saya sangat berharap banyak pengguna social media bisa memilih dan memilah bagaimana berinteraksi di social media... sebelum menyesalinya dikemudian hari. Memilih dan memilah apa2 yg layak untuk ditampilkan dan mana yg harusnya untuk konsumsi sendiri. Sebab ketahuilah, Allah dengan sangat baiknya menutup semua keburukan kita! Jangan kau buka sendiri keburukanmu yang mana akan kau sesali dikemudian hari.
Jadikan Social media sebagai media untuk silaturahmi, tarbiyah, dan dakwah.
Semua kebenaran dan kebaikan milik Allah semata, dan semua kekurangan dan kesalahan itu murni dari saya pribadi. Jazakallah khairan katsiraa...
Post a Comment