Tuesday, 17 July 2012

Nilai sebuah data spasial

Berapa nilainya sebuah data spasial?
semisal kita memiliki data spasial sebuah jalan suatu kabupaten... berapa nilainya jika kita menjualnya?
5 Juta? 10 juta? atau mungkin 400 juta? 
Bagaimana pula nilai harganya setelah 5 tahun? apakah tetap? bertambah? atau malah kurang?


Rangkaian kata2 diatas begitu melekat dikepala saya hasil dari pelatihan dihotel bidakara beberapa minggu yang lalu. Kata2 itu disampaikan oleh kepala bidang saya dikantor... dengan penuh percaya diri saat ditanya oleh beberapa wakil utusan dari kabupaten/kota mengenai kebijakan Bakosurtanal yang berniat membagi gratis data spasialnya juga membagi gratis data2 spasial dari berbagai kementrian juga pemerintah daerah.
Bagaimana sebuah kementrian akan memberikan pemasukan kepada jika data surveinya dibagikan gratis? Bagaimana sebuah provinsi akan bisa tegak berdiri jika sumber pemasukannya dibagikan gratis?
Dan, analogi yg digunakan oleh kepala bidang saya adalah seperti diatas yang ditutup dengan:

Kenapa google yg memberikan pelayanan gratis hampir disemua sektor IT bisa mendapatkan pemasukan milyaran dolar! Apa jadinya jika Gmail, Picassa, Blogger, Android, GDrive, Google+ dan banyak lagi layanan google berbayar? akankah semakin besar keuntungannya? atau malah terancam bangkrut seperti Yahoo?

Sumber pemasukan tidak selalu dari data yang dijual. Namun bisa dari informasi yg bermanfaat... Kemakmuran sebuah kabupaten juga tidak hanya dari pemasukan ke pemdanya! namun juga bagaimana tingkat ekonomi warganya!

Bayangkan jika informasi jalan tadi dishare secara gratis di Internet dan disaat itu ada Investor yg ingin membangun hotel? dan saat investor sudah ada informasi mengenai jalan tersebut maka dia menanamkan modal untuk pembangunan! dan itu tidak hanya pemda yg mendapat pemasukan, namun warga sekitar juga investor2 lainnya yg akan datang untuk menanamkan modalnya dikabupaten itu,,, Apakah itu semua bernilai 10 juta? atau mungkin 500juta? TIDAK! itu lebih dari itu... dan nilai itu akan terus meningkat seiring berjalannya waktu?

Bayangkan jika informasi disimpan dikantor pemda, dan dijual untuk pihak2 yang mau membeli saja? Bisa jadi banyak investor tidak tau informasi spasial dan menjadikan banyak kemungkinkan investasi batal karena mereka tidak tau bahwa sudah ada banyak informasi jalur jalan dikabupaten tersebut. Mereka malas berinvestasi karena berpikir sulit mengembangkannya karena tidak ada jalur transportasi kesana.

Itu hanya sedikit ilutrasi sederhana kenapa BIG mengambil kebijakan untuk membagikan data informasi spasial kepada Dunia. Yakinlah Indonesia akan semakin maju karenanya.
Post a Comment